Air

Tak tahu mengapa
Tak tahu apa
Tak tahu bagaimana
Aku tak tahu mengapa, apa, bagaimana, dimana aku sekarang

Udara terus menguap
"Menyublim bagiku haram", katanya
Air terus menguap
"Membeku bagiku haram", katanya
Tinggallah aku, berpeluh di terik mentari
Menggigil di kelap malam

Kesendirian citaku
Kesendirianlah penghancur hatiku
Keramaian dukaku
Keramaianlah bara ku, pemicu api redup ini

Pikirku lelah
Jiwaku gerah
Fisikku lemah
Emosiku sirna

Tengkorak hidup?!
Bayi beruban?!
Makhluk massa?!

Kebenaran sejati tujuanku
Tak mampu ku penuhi syarat-Mu

Hadiah memikat hatiku
Perpisahan mengecilkanku
Kemiskinan mengusirku
Kecemburuan menghilangkan kesadaranku
Kegilaan menghancurkan eksistensiku

Aku lebih pekat dari lubang hitam
Aku lebih lemah dari ranting rapuh

#DenCik

Comments

Popular posts from this blog

"Hang"